
MEDAN - Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Utara (Provinsi Sumatera Utara) pada triwulan I tahun 2026 tercatat tumbuh 4,98% (year on year) meskipun di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kepala Badan Pusat Statistik Sumut, Asim Saputra, menyebutkan bahwa kondisi ekonomi daerah masih menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tekanan global, termasuk konflik geopolitik di Timur Tengah.
Struktur ekonomi Sumut masih didominasi sektor pertanian dan perkebunan, terutama komoditas ekspor seperti minyak kelapa sawit (CPO) yang menjadi penopang utama perdagangan luar negeri daerah.
Lebih dari 51% pertumbuhan ekonomi Sumut ditopang oleh konsumsi rumah tangga, menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga dengan baik.
“Ekonomi Sumut tetap resilien di situasi global yang tidak menentu,” ujar Asim.
Selain sektor ekspor, pertumbuhan ekonomi Sumut juga didorong oleh meningkatnya penyelenggaraan event nasional dan internasional seperti Piala AFF U-19 2026, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Trail of The King by UTM 2026 dan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU)
Kegiatan tersebut meningkatkan perputaran ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, UMKM, dan jasa.
Sementara itu, inflasi Sumut pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,35% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya. Komoditas penyumbang inflasi utama antara lain emas perhiasan, tomat, beras, cabai merah dan ikan dencis.
Pemerintah Provinsi Sumut telah menerapkan strategi pengendalian inflasi melalui 4K: Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Pemprov Sumut menegaskan komitmennya menjaga stabilitas ekonomi melalui penguatan pasokan pangan dan kerja sama antar daerah, termasuk dalam pengendalian harga komoditas strategis.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |